• Konstruksi Generator Sinkron

    Pada dasarnya konstruksi dari generator sinkron adalah sama dengan konstruksi motor sinkron, dan secara umum biasa disebut mesin sinkron. Ada dua struktur kumparan pada mesin sinkron yang merupakan dasar kerja dari mesin tersebut, yaitu...

  • Driver Motor DC Untuk Mengatur Arah Putaran

    ksi kontrol dasar yang digunakan dalam kontroler analog industri. Klasifikasi kontroler analog industri. Klasifikasi kontroler analog industri. Kontroler analog industri dapat diklasifikasikan sesuai dengan aksi pengontrolannya sebagai berikut

  • AKSI KONTROL DASAR

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)

    Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) adalah sarana di atas tanah untuk menyalurkan tenaga listrik dari Pusat Pembangkit ke Gardu Induk (GI) atau dari GI ke GI lainnya yang terdiri dari kawat/konduktor yang direntangkan antara tiang – tiang melalui isolator – isolator dengan sistem tegangan tinggi (30 KV, 70 KV, dan 150 KV). (PLN, 1981)

  • Sistem Kerja Pintu Pengaman Jalur Perlintasan Kereta Api

    Pintu pengaman jalur kereta api dipasang pada jalur pertemuan antara jalan dan rel kereta api. Pintu pengaman ini akan bekerja untuk menghentikan kendaraan yang berada pada jalan agar tidak melintas di rel dikarenakan kereta api akan melintas.

PT. SEJAHTERA MEKANIK UTAMA

PT. SEJAHTERA MEKANIK UTAMA sebagai perusahaan swasta yang bergerak di bidang perdagangan umum dan kontraktor umum yang selalu menekankan pada aspek profesional, berorientasi pada kualitas dan ketepatan waktu untuk melayani.
PT. SEJAHTERA MEKANIK UTAMA merupakan perusahaan pengembangan dari CV. TEKUN KARYA BAKTI yang dipimpin oleh Direktur yang sama.
KEPUASAN PELANGGAN menjadi tujuan utama dengan tetap memperhatikan etika bisnis dan mengacu kepada ketepatan waktu, mutu produk, biaya, pelestarian lingkungan dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).


Visi  : 
  - Menjadi perusahaan konstruksi dan supplier yang unggul, terpercaya dan mengarah kepada standar nasional di industri jasa konstruksi.
Misi : 
  - Mewujudkan impian konsumen terhadap produk dan jasa konstruksi yang berkualitas melalui keunggulan inovasi, sistem managemen dan sumber daya manusia.
     
Alamat :
Jln.DR.Bisuk Siahaan Tangga Batu I Kec. Parmaksian kab. Toba samosir
Share:

Lowongan Pekerjaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)


PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau sering dikenal dengan Pelindo II adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang logistik, secara spesifik pada pengelolaan dan pengembangan pelabuhan. Saat ini, Pelindo 2 telah mengoperasikan 12 Pelabuhan yang terletak di 10 Provinsi Indonesia. Dari Sumatera Barat hingga Jawa Barat, Pelindo 2 menjadi salah satu BUMN strategis dimana seluruh pelabuhan yang dikelola memiliki posisi yang signifikan dalam keterhubungan jaringan perdagangan internasional berbasis transportasi laut.
Perusahaan yang dibentuk oleh Pemerintah sejak tahun 1960 ini telah berubah status usaha dari PN sejak pendiriannya berlanjut menjadi Perum pada tahun 1983 dan akhirnya menjadi Perseroan Terbatas pada tahun 1992. Perubahan status usaha itu tak lepas dari gegap gempitanya pelindo 2 untuk menjalankan fungsinya sebagai pelaksana teknis kegiatan logistik dibidang kepelabuhanan, yaitu membangun Pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Priok. Pencapaian sukses pernah diraih perusahaan ini sebagai The Best Port Practices in Asia-Pacific Region pada Tahun 1980an.
Namun, tidak lepas juga akibat tidak adanya perkembangan signifikan dalam kegiatannya membuat Pelindo tertinggal dan terkucil. Meski cukup ironis untuk diketahui, Pelindo 2 tidak malu untuk menghadapi perubahan dan bergerak bersama dengan perubahan dengan berubah. Kawasan pelabuhan diperluas, fasilitas pelabuhan diperbarui dan tata kelola manajemen perusahaan dirombak total untuk menciptakan gerak usaha yang lebih adaptabel, resilien dan progresif dalam perkembangannya sebagai pengelola pintu perdagangan Indonesia. Kini, setelah menjalani serangkaian penataan, revitalisasi dan transformasi, Pelindo 2 hadir menjadi pengelola dan pengembang kegiatan logistik, tidak hanya sekadar pelabuhan tetapi juga berbagai usaha yang terkait dengan logistik sebagai energi perdagangan Indonesia.
CARA PENDAFTARAN
  • Registrasikan diri ke : http://bit.ly/2P4AKqp
  • Masukan e-mail dan nomor telepon yang aktif
  • Menerima e-mail konfirmasi dari website e-seleksi
  • Apply lowongan kerja yang ada pada website sesuai dengan posisi masing-masing persyaratan posisi
  • Pastikan anda mengikuti perkembangan yang ada, baik melalui email maupun http://ipc.e-seleksi.com/
Share:

Lowongan Kerja PT Kereta Api Logistik Tingkat SLTA-D3-S1


Deskripsi Pekerjaan


PT KERETA API LOGISTIK (KALOG) adalah perusahaan dibawah induk PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan bidang layanan distribusi logistik berbasis kereta api (KA), dengan cakupan bisnis "door to door" (DTD) service untuk memberikan pelayanan yang parnipurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan angkutan pra dan purna serta layanan penunjangnya, meliputi pengelolaan Terminal Peti Kemas (TPK), bongkar muat, pergudangan, pengepakan, pelabelan, pengangkutan, penjejakan, pengawalan logistik serta manajemen logistik dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas.
PT Kereta Api Logistik membuka kesempatan untuk bergabung menjadi bagian dari Perusahaan penyedia jasa logistik terdepan di tanah air dengan kriteria sebagai berikut:
Persyaratan Umum:
  • Warga Negara Indonesia;
  • Tidak pernah dihukum pidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS, TNI/Polri atau institusi lainnya;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai Pekerja PT KAI (Persero) atau Pekerja Anak Perusahaan PT KAI (Persero);
  • Bagi pelamar jalur profesional harus memiliki surat keterangan telah bekerja dengan baik dari Perusahaan atau instasinya yang ditandatangani oleh pejabat paling rendah setingkat Kepala Bagian yang membidangi SDM;
  • Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepolisian yang masih berlaku;
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan standar/kelas kesehatan yang ditetapkan perusahaan;
  • Tidak pernah menggunakan dan/atau terlibat narkoba/psikotropika dibuktikan dengan Surat Keterangan dari instasi yang berwenang;
  • Tidak bertindik untuk pria;
  • Tidak memiliki hubungan perkawinan dengan Pekerja Perusahaan pada saat diterima sebagai Pekerja Perusahaan;
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja Perusahaan;
  • Bersedia mengundurkan diri dari hubungan kerja dengan Institusi lainnya apabila telah memenuhi persyaratan dan dinyatkan lulus seleksi; dan/atau
  • Memperoleh surat rekomendasi yang menerangkan bahwa Pekerja yang bersangkutan tidak pernah diberhentikan karena hukuman disiplin.
Persyaratan Khusus & Adminstratif:
1. Staf SHE (1 orang) – Kode “STAF SHE”   
  • Pria
  • Belum Menikah
  • Freshgraduate.
  • Usia min. 21 tahun, maks 25 tahun.
  • Memiliki Ijazah S.1 jurusan Kesehatan Masyarakat, dengan akreditasi jurusan “A” pada tanggal kelulusan.
  • IPK minimal 2,95.
  • Tinggi badan min. 160 cm dengan berat badan ideal.
  • Memiliki sertifikat Ahli K3 Tambang (POP) atau Ahli K3 Umum (AK3U).
  • Memahami Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) & Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).
  • Menguasai Microsoft Office.
2. Staf Estimator (2 orang) – Kode “STAF ESTIMATOR”
  • Pria / Wanita     
  • Usia min. 22 tahun, maks 35 tahun.
  • Memiliki Ijazah SLTA dengan rata-rata nilai Ujian Akhir Nasional 6; atau
  • Memiliki ijazah D3 Teknik Sipil, dengan IPK minimal 2,95, dengan akreditasi jurusan “B” pada tanggal kelulusan; atau
  • Memiliki ijazah S1 Teknik Sipil, dengan IPK minimal 2,95, dengan akreditasi jurusan “A” pada tanggal kelulusan.
  • Tinggi badan min. 160 cm untuk pria dan 155 untuk wanita, dengan berat badan ideal.
  • Diutamakan memiliki pengalaman sebagai Estimator.
  • Mengerti tentang SNI Bidang Konstruksi PUPR, estimasi anggaran & analisa harga satuan.
  • Menguasai Microsoft Office & Microsoft Project.
3. Staf Pembayaran (1 orang) – Kode “STAF PEMBAYARAN”
  • Pria
  • Belum Menikah
  • Usia min. 21 tahun, maks 30 tahun.
  • Memiliki Ijazah S1 Jurusan Akuntansi dengan akreditasi jurusan “A” pada tanggal kelulusan.
  • IPK minimal 2,95.
  • Tinggi badan min. 160 cm dengan berat badan ideal.
  • Memiliki pengalaman di bidang Pembayaran / Treasury minimal 1 tahun.
  • Memahami prinsip perbankan.
  • Mengerti aturan dasar perpajakan (PPN & PPh).
  • Menguasai Microsoft Office dan internet.        
4. Staf Monitoring Evaluasi & KPI (1 orang) – Kode “STAF EVALUASI & KPI”
  • Pria/Wanita
  • Belum Menikah
  • Usia min. 21 tahun, maks 30 tahun.
  • Memiliki Ijazah S1 Jurusan Teknik Industri/Management/Akuntansi dengan akreditasi jurusan “A” pada tanggal kelulusan.
  • IPK minimal 2,95.
  • Tinggi badan min. 160 cm untuk pria dan 155 untuk wanita, dengan berat badan ideal.
  • Diutamakan memiliki pengalaman sebagai Project Controller minimal 2 tahun.
  • Menguasai Microsoft Office dan mampu berahasa Inggris pasif.
5. Staf IT Planning & Control (1 orang) – Kode “STAF DOCUMENT CONTROL”
  • Wanita
  • Usia min. 20 tahun, maks 27 tahun.
  • Freshgraduate.
  • Memiliki Ijazah D3 Semua Jurusan dengan akreditasi jurusan “B” pada tanggal kelulusan.
  • IPK minimal 2,95.
  • Tinggi badan min. 155 cm dengan berat badan ideal.
  • Menguasai Microsoft Office dan Internet.
6. Supervisor IT Operation/Network (1 orang) (rekrut profesional) – Kode “IT NETWORK”
  • Pria
  • Usia min. 28 tahun, maks 40 tahun.
  • Memiliki Ijazah S1 Semua Jurusan dengan akreditasi jurusan “B” pada tanggal kelulusan.
  • IPK minimal 2,5.
  • Tinggi badan min. 160 cm dengan berat badan ideal.
  • Memiliki pengalaman di bidang IT Network minimal 5 tahun.
  • Memiliki sertifikat Cisco.
  • Memahami virtualisasi (VMWare), network & internet security, VPN, Mikrotik & Cisco.
  • Memahami topologi jaringan (TCP/IP, LAN, WAN).
KETERANGAN
  • Pendaftaran paling lambat 31 Agustus 2018
  • Proses rekrutmen TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN
  • PT Kalog tidak pernah bekerjasama dengan agen travel manapun dalam proses rekrutmen
  • Hanya pelamar yang sesuai kualifikasi yang akan diproses mengikti seleksi
CARA PENDAFTARAN
  • Jika anda berminat dan memenuhi persyaratan, Lamaran dapat dikirimkan ke email:
    human.capital@kalogistics.co.id
(Dengan mencantumkan Kode Lamaran pada Subject email)
Sumber: http://www.kalogistics.co.id
Share:

Lowongan Kerja Pertamina

Pertamina (dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara) atau nama resminya PT. PERTAMINA (Persero) adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada tahun 2013.

Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada tahun 2001. Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.

Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968. Direktur utama (Dirut) yang menjabat dari 2009 hingga 2014 adalah Karen Agustiawan yang dilantik oleh Menneg BUMN Syofan Djalil pada 5 Februari 2009 menggantikan Dirut yang lama Ari Hernanto Soemarno. Pelantikan Karen Agustiawan ini mencatat sejarah penting karena ia menjadi wanita pertama yang berhasil menduduki posisi puncak di perusahaan BUMN terbesar milik Indonesia itu. Karen Agustiawan mengundurkan diri sebagai Dirut pada 1 Oktober 2014 dan menjadi dosen guru besar di Harvard University, Boston, Amerika Serikat. Selanjutnya pada 28 November 2014, Presiden Joko Widodo memilih Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Ia menggantikan Karen Agustiawan yang mengundurkan diri.

Kegiatan Pertamina dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia, terbagi ke dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-anak perusahaan dan perusahaan patungan.

Pada tahun 2013, Pertamina menempati peringkat 122 dari 500 perusahaan terbaik dunia versi Fortune Global.


Pertamina sedang menerima putra dan putri bangsa untuk dapat berkarir, adapun syarat dan posisinya dapat di lihat pada situs resminya disini



Share:

Jika Bukan KepadaMu aku tidak tahu



Ada kalanya ketika kita dihadapkan pada suatu rintangan dalam hidup yang sulit untuk dihadapi, sampai kita merasa bahwa semua sudah harus diakhiri sampai disini. Kalimat yang ada di fikiran kita hanyalah " terima saja, jalani saja, inilah takdir mu, manusia pendosa" dan entah apa pun itu yang membuat kita menghina diri kita sendiri, merendahkan diri kita sendiri dan meyalahkan diri sendiri. Postingan saya kali ini saya tulis karena saya sedang dalam keadaan tersebut. Keadaan seperti itu membuat saya sekarang merasa seperti tidak ada satu pun yang peduli, membuat saya serasa hidup sendiri di dunia ini, membuat saya merasa tak ada satu pun yang melihat saya dan mengerti saya. Sebelum saya menyalahkan diri sendiri saya menyalahkan semuanya, itu terjadi karena sebelum dihadapkan pada situasi seperti ini, saya memiliki banyak "sahabat" katanya, hingga akhirnya saya harus menyadari bahwa sahabat sebenarnya di dunia nyata sulit untuk di temukan. Sebelum saya menghadapi situasi ini saya memiliki banyak "keluarga" katanya, hingga akhirnya saya harus menyadari bahwa keluarga sebernaya itu siapa? Kenapa sahabat katanya? Kenapa keluarga katanya? Sahabat itu sebenarnya siapa? apakah orang yang selalu ada hanya saat mudah/ senang? tentu tidak, apakah yang selalu ada saat susah/ sedih? pengalaman saya mengatakan tidak, percayalah! saya bisa buktikan, apa saat sedih dan senang? pastinya tidak. Kita tidak akan sadar siapa sahabat sebenarnya jika masih merasa semuanya sudah harus diakhiri. Saat kita di dunia pendidikan kita pasti memiliki teman, bahkan ada yang memiliki banyak teman. tetapi itu pasti sampai anda di tingkat SMA sederajat. jika anda masih dalam dunia SMA kebawah berkata memiliki sahabat, silahkan tunggu beberapa tahun lagi. Anda akan sadar betapa munafiknya dirimu saat ucapkan kata itu. jika anda beruntung memiliki masa kuliah, anda akan merasa sudah dewasa dan sok tahu arti sahabat sebenarnya. teman yang selalu ada saat kamu sulit, yang selalu ada dengarkan curhatanmu, yang ngasih makan saat akhir bulan bahkan yang rela dipukuli, rela dikejar-kejar orang banyak dengan samurai demi kamu pasti kamu bilang sahabat. Itulah kenapa saya katakan sok tahu, Tunggu saja kalau sudah Wisuda nanti kamu akan sadar betapa tidak tahunya dirimu arti sahabat. Anda akan sadar jika setalah Wisuda anda tidak hidup dengan uang orang Tua mu lagi, jika masih hidup dengan uang orang tuamu pastinya anda tidak akan sadar karena anda masih merasa dewasa bukan dewasa. Sebenarnya apa sih arti sahabat itu? itu yang membuat mu penasaran makanya terus membaca sampai di sini kan? maaf, kamu harus kecewa karena jawabannya tidak akan kamu temukan disini. kamu harus sering dikecewakan agar tahu arti shabat itu apa, karena sifat alami manusia adalah kecewa terhadap apa yang terbaik kepadanya jika bukan itu yang direncanakannya, kecewa berat terhadap orang yang paling dipercayanya, menghina yang paling ditinggikannya.
Jika anda orang yang beragama, entah apapun agamu mu, saya yakin anda tidak sedang kacau balau.
jika anda sedang kacau balau anda bukan orang yang beragama, anda sedang tidak tahu, anda tidak sadar bahwa jika bukan kepada-Nya semua kamu keluhkan, semua kamu tuntut, semua kamu hina, semua kamu salahkan, kamu tidak akan pernah sadar betapa rendahnya diri kita, betapa bodohnya diri kita.

Jika Anda mau tahu, Siapa Sahabat sebenarnya? siapa keluarga sebenarnya? Berdoalah, anda akan segera mendapat jawaban pertanyaan tersebut. melalui doamu itu lah tanyakan semua, tuntut semuanya, salahkan semuanya, baru anda akan menangis dan sadar siapa kamu, siapa sahabatmu dan siapa keluargamu.
Share:

Peraturan Perundangan di Indonesia tentang Kehutanan, Penata Ruang, Keterbukaan informasi publik, Keterbukaan Informasi Publik, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Perkebunan, Pertambangan Mineral dan Batu Bara, Pemerintahan Daerah, Desa

Undang-Undang Nomor 41/1999 tentang Kehutanan
Undang-Undang ini merupakan pengganti dari Undang-Undang nomor 5/1967 tentang Pokok-Pokok Kehutanan. Undang-undang nomor 41/1999 membawa nuansa pengaturan yang memiliki perbedaan mendasar dengan masukkan peran serta masyarakat, hak masyarakat atas informasi kehutanan dan keterlibatan dalam pengelolaan hutan secara umum. Dalam undang-undang ini terdapat dua status hutan yaitu hutan negara dan hutan hak.
Meskipun demikian, undang-undang ini belum secara jelas memberikan pengakuan kepada masyarakat adat yang berdiam di kawasan hutan. Hutan adat dianggap sebagai masih bagian dari hutan negara yang berada di wilayah masyarakat adat. Dalam undang-undang ini meski terdapat pengakuan terhadap masyarakat adat, namun dalam praktik pengelolaan dan pemanfaatan hutan tetap dilakukan di atas hutan negara.

Undang-Undang Nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang
Undang-Undang Penataan Ruang nomor 26 tahun 2007 yang menggantikan Undang-Undang nomor 24 tahun 1992. Dalam UU 26/2007 penataan ruang ditujukan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Dengan tujuan tersebut, penataan ruang pada akhirnya diharapkan menjadi sebuah titik temu yang harmonis antara penggunaan sumber daya alam dan dan pemanfaatan ruang sekaligus mencegah terjadinya dampak negatif akibat pemanfaatan ruang.
Sifat mendasar dari penataan ruang adalah mewujudkan sebuah keterpaduandan keserasian pemanfaatan ruang pada berbagai sektor sehingga pelaksanaan penataan ruang yang konsisten akan meminimalisasi konflik dan meningkatkan keterpaduan antar sektor serta wilayah.
Pemerintah pusat dan daerah diamanatkan untuk menyebarluaskan informasi rencana umum dan rincian tataruang, pengaturan zonasi dan petunjuk pelaksanaan penataan ruang. Penataan ruangdiselenggarakan oleh pemerintah dengan melibatkan masyarakat, dimana pelibatan tersebut mencakup perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian.

Undang-Undang Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
Ketentuan dalam peraturan ini secara garis besar memberikan landasan bagipublik untuk dapat memperoleh informasi, dan memperkuat badan publik untukmenyiapkan infrastruktur maupun sumber daya manusia. Dalam hubungannya tata kelola hutan, informasi kehutanan dapat diperoleh dan merupakan hak masyarakat yang diatur lewat badan publik yang mengurusi pengelolaan hutan.
Kementerian Kehutanan menindaklanjuti undang-undang ini dengan menerbitkan Permenhut No. 2 tahun 2010 tentang Sistem Informasi Kehutanan dan Permenhut No. 7 tahun 2011 tentang Pelayanan Informasi Publik dilingkup Kementerian Kehutanan.

Undang-Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-undang ini merupakan revisi dari Undang-Undang nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam hubungannya dengan tata kelola hutan dan lahan, undang-undang ini menyinggung perihal kebakaran hutan, dimana lewat perundangan ini memberikan kewenangan bagi Kementerian Lingkungan hidup untuk menentukan kriteria baku kerusakan lingkungannya.
Terkait dengan hak atas informasi, peraturan ini memberikan jaminan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dalam proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).


Undang-Undang Nomor 18/2004 tentang Perkebunan
Salah satu yang diatur didalam undang-undang ini adalah keharusan bagi pihak yang mengajukan izin perkebunan untuk bermusyawarah terlebih dahulu (apabila sudah terdapat hak di atas tanah tersebut) dengan masyarakat atau masyarakat hukum adat (apabila tanah tersebut adalah tanah ulayat) sehingga sesuai dengan pengaturan tersebut, masyarakat memiliki sebuah landasan hukum untuk dapat berpartisipasi dalam proses pemberian izin perkebunan.
Undang-undang ini ditindaklanjuti dengan Permentan nomor 98/2013 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan yang berhubungan dengan pemberian izin bagi para pelaku usaha budidaya perkebunan. Dalam kaitannya dengan tata kelola hutan, meskipun tidak terlalu tegas, peraturan ini memperhatikan Inpres nomor 16/2011 tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta Inpres nomor 6/2013 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut.

Undang–Undang Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba)
Undang-Undang ini merupakan pengganti dari Undang-Undang nomor 11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan. Dalam hubungannya dengan tata kelola hutan dan lahan undang-undang ini mengatur kegiatan pertambangan dinyatakan tidak dapat dilaksanakan di tempat yang dilarang untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan sebelum memperoleh izin dari instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan (pasal 134, ayat 2).
Dalam hubungannya dengan nilai tambah di dalam negeri, undang-undang ini mewajibkan komoditas pertambangan untuk diolah di dalam negeri sebelum diekspor. Meskipun tidak berhubungan langsung dengan tata kelola hutan dan lahan, larangan ini berpengaruh terhadap pemberian izin terhadap usaha pertambangan dan eksploitasi minerba yang dilakukan serta cukup berpengaruh terhadap para pelaku usaha dalam menanamkan investasi dalam bidang pertambangan.


Undang–Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-undang ini adalah pengganti dari Undang-Undang nomor 32/2004 tentang Pemerintah Daerah yang dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, ketatanegaraan dan tuntutan penyelenggaran pemerintahan daerah.
Dalam undang-undang ini sektor kehutanan dikategorikan dalam urusan pemerintahan daerah pilihan konkuren (pasal 12), meskipun urusan penataan ruang dan lingkungan hidup dikategorikan dalam urusan pemerintahan wajib. Dalam pasal 14, diatur tentang penyelenggaraan urusan pemerintah dalam bidang kehutanan dibagi antara pemerintah pusat dan daerah provinsi dengan perkecualian pengelolaan taman hutan raya di kabupaten/kota menjadi kewenangan dari daerah kabupaten dan kota.

Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa
Terdapat lebih 33 ribu desa yang berbatasan dengan kawasan hutan, jika hal ini tidak menjadi perhatian maka masalah tenurial, status desa maupun kekayaan budaya yang selama ini dikenal memelihara dan melindungi akan bergeser dan punah.
Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD 1945, pasal 18B: 2). Salah satu poin penting Undang-Undang Desa ini adalah adanya regulasi yang memberi kepastian hukum bagi keberadaan masyarakat adat melalui pembentukan Desa Adat.
Desa Adat akan diakui apabila memiliki kesatuan masyarakat adat. Kesatuan masyarakat adat harus memiliki unsur; mempunyai wilayah adat, pemerintahan adat, benda/harta adat, hukum adat, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 1 ayat 1 UU Desa. UU desa juga mengakui hak-hak kesatuan masyarakat adat. Desa Adat bukan hanya bertujuan untuk mengakui hak-hak ulayat masyarakat adat, tetapi juga undang-undang ini mengatur agar masyarakata adat bisa mengurus dirinya sendiri.

Share:

FAKTOR YANG DIHADAPI ATLIT PADA KEJUARAAN PANJAT TEBING

Faktor-Faktor Kegagalan Panjat Tebing
Faktor ini bisa terjadi karna seorang atlit sering mengalami kekalahan dalam mengikuti kejuaraan panjat tebing seperti mengalami demam panggung, kurang latihan, rasa percaya diri terlalu tinggi dan sikap mental yang kurang kuat.
Adapun faktor untuk mencegah kegagalan seorang atlit panjat tebing yaitu :
1. Faktor internal untuk mencegah kegagalan atlit panjat tebing dan
2. Faktor eksternal untuk mencegah kegagalan atlit panjat tebing

1. Faktor Internal untuk Mencegah Kegagalan Atlit Panjat Tebing
Dalam faktor internal ini hal yang harus dilakukan seorang atlit untuk mencegah kegagalan dalam kejuaraan panjat tebing adalah menanamkan niat di dalam diri sendiri, melatih mental dengan cara sering tampil di depan orang banyak, dan juga memberi motivasi kepada atlit supaya atlit bersemangat lagi untuk latihan dan juga mempelajari segala teknik dalam panjat tebing.
Adapun yang perlu diperhatikan untuk mengatasi kegagalan dari segi faktor internal adalah sebagai berikut :
1. Daya Tahan Tubuh
2. Kekuatan 
3. Keterampilan 
4. Mental dan Sikap
5. Berpikir Positif

2. Faktor Eksternal untuk Mencegah Kegagalan Atlit Panjat Tebing
1. Teknik-Teknik dasar panjat tebing
2. Cedera
3. Sistem latihan

Sistem Latihan Secara Periodesasi pada Panjat Tebing
Seorang atlit masih sering salah didalam latihan fisik dan tidak sesuai dengan prosedur latihan fisik yang dibuat oleh FPTI sehingga setiap bertanding seorang atlit tersebut akan cepat kehabisan powernya. Adapun cara mengatasi faktor kegagalan yang dihadapi atlit dalam latihan fisiknya supaya tidak gagal didalam kejuaraan panjat tebing yaitu :
1. Fokus 
2. Variasi Siklus Latihan
3. Tahapan-Tahapan Latihan
4. Menggabungkan Semua Skill

.1. Fokus
Penampilan pemanjatan kita akan lebih cepat, baik jika kita fokus pada satu atau dua target latihan skill dahulu. Dengan fokus pada satu titik area skill yang dilatih, secara tidak langsung energi kita mengalir dan hasil kemajuan skill akan terlihat lebih memuaskan. Jika seorang melakukan aktifitasnya maka yang perlu ditanamkan ke dalam diri pemanjat tersebut ialah kepeduliannya terhadap aktifitas pemanjatan serta niat dan kemauan pemanjat itu sendiri. Agar kedepannya pemanjat tersebut dapat fokus untuk melatih daya ledak (power), daya tahan (endurance) dan kemampuannya (skill).
.2. Variasi Siklus Latihan
Adapun variasi siklus latihannya yaitu :
1. Berlari 
Merupakan olahraga yang dapat dilakukan kapan saja, banyak manfaat bagi tubuh pada saat kita melakukan olahraga ini, adapun manfaat nya seperti melatih pernafasan, jantung, metabolisme, memperkuat kinerja paru-paru.

2. Pull Up
Merupakan latihan dasar yang tidak mudah untuk dilakukan. Siapa pun pasti mengakuinya kalau latihan satu ini cukup sulit dilakukan, apalagi bagi para atlet. Pull up dapat melatih otot lengan, termasuk otot-otot yang terlibat saat jari-jari kamu menggenggam.


3. Push Up
Untuk menjaga agar tulang belakang tetap lurus. Saat terjadi gerakan naik turun terjadi perubahan beban termasuk pada otot-otot disekitar tulang belakang dan perut.
 
4. Sit Up
Merupakan olahraga yang bisa dimana saja dilakukan karena tidak perlu memanfaatkan ruangan yang besar serta olah raga yang murah meriah, adapun manfaat dari sit up yaitu untuk melatih otot-otot perut.

5. Berenang
Bermanfaat untuk : membentuk otot, memperkuat fungsi paru-paru dan jantung, menambah tinggi badan, self safety, membakar kalori, melatih pernafasan. Berenang adalah salah satu jenis olah raga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang juga merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weightbarring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik, karena saat berenang seluruh berat badan ditahan.

6. Panjat Tebing
Dalam variasi latihan fisik panjat tebing bagi pemula, latihan memanjat sangat dibutuhkan bagi seorang pemanjat untuk mengetahui teknik pegangan dan pijakan yang akan digunakan dalam melakukan pemanjatan dan juga sekaligus dapat melatih kekuatan pegangan dan pijakannya. Serta dapat juga mengasah kemampuannya dalam melakukan pemanjatan.

3. Tahapan-Tahapan Latihan
Sebagaimana diketahui sebelumnya, tujuan dari variasi siklus tahapan latihan keseluruhan tak lain untuk menuju puncak kemajuan penampilan utama pemanjat. Jika kita tidak mengatur dari awal apa yang terlebih pada tahap awal dahulu dilatih dan apa yang selanjutnya dilatih pada tahapan berikutnya dan seterusnya, hal ini bisa saja mengganggu kemajuan latihan atlit tersebut. Dalam menjalankan sisitem periode latihan ini seorang atlit yang akan memulai aktifitas dalam memanjat akan meningkatkan power, daya tahan, serta skillnya. Tahapan awal latihan pemusatan latihan pada pondasi fisik dasarseorang atlit panjat yang bertujuan membangun stamina agar siap menerima tahapan latihan berikutnya.
Jadi dalam pembentukan seorang atlit pemula menjadi atlit yang siap tampil dalam kejuaraan memanjat akan membutuhkan latihan rutin dalam jangka waktu 3 bulan. Dalam waktu 3 bulan tersebut pemanjat itu akan terus diberi arahan sampai ia mencapai peforma yang maksimal dan siap untuk tampil pada kejuaraan panjat tebing. Adapun daftar latihan dalam 3 bulan sebagai berikut.
:Minggu pertama
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi/minggu
      2000   8.30 –   9.30            3x
      2800 12.00 – 13.00            3x
      3600 17.00 – 18.00            3x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat, dengan frekuensi 3 kali pulang pergi (PP) waktu yang seminggu pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi/hari
       Pull up        10 kali        2 menit          2 kali
      Push up        20 kali        2 menit          2 kali
        Sit up        20 kali        2 menit          2 kali
     Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan              -
  Latihan panjat 3 kali seminggu Sesuai kebutuhan              -

Minggu kedua
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi/minggu
      2400   8.30 – 9.00            3x
      3200 12.00 – 13.00            3x
      4000 17.00 – 18.00            3x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat dengan frekuensi 3 kali pulang pergi (PP) waktu yang seminggu pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 20 kali 2 menit 2 kali
Push up 30 kali 2 menit 2 kali
Sit up 30 kali 2 menit 2 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 3 kali seminggu Sesuai kebutuhan -


Minggu ketiga
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
2400 8.30 – 9.00 3x
3400 12.00 – 13.00 3x
4000 17.00 – 18.00 3x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat dengan frekuensi 3 kali pulang pergi (PP) waktu yang seminggu pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 30 kali 2 menit 2 kali
Push up 40 kali 2 menit 2 kali
Sit up 40 kali 2 menit 2 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 3 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu keempat
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / hari
2800 8.30 – 9.00 3x
3800 12.00 – 13.00 3x
4400 17.00 – 18.00 3x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat dengan frekuensi 3 kali pulang pergi (PP) waktu yang seminggu pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 40 kali 2 menit 2 kali
Push up 50 kali 2 menit 2 kali
Sit up 50 kali 2 menit 2 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 3 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu kelima
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
3200 8.30 – 9.00 4x
4200 12.00 – 13.00 4x
4800 17.00 – 18.00 4x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat, sabtu dengan frekuensi 4 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 50 kali 2 menit 3 kali
Push up 60 kali 2 menit 3 kali
Sit up 60 kali 2 menit 3 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 3 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu keenam
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
3600 8.30 – 9.00 4x
4600 12.00 – 13.00 4x
5200 17.00 – 18.00 4x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat, sabtu dengan frekuensi 4 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 60 kali 2 menit 3 kali
Push up 70 kali 2 menit 3 kali
Sit up 70 kali 2 menit 3 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 4 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu ketujuh
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
4000 8.30 – 9.00 4x
5000 12.00 – 13.00 4x
5600 17.00 – 18.00 4x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat, sabtu dengan frekuensi 4 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 70 kali 2 menit 3 kali
Push up 80 kali 2 menit 3 kali
Sit up 80 kali 2 menit 3 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 4 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu kedelapan
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
4400 8.30 – 9.00 4x
5400 12.00 – 13.00 4x
6000 17.00 – 18.00 4x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, rabu, jumat, sabtu dengan frekuensi 4 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 80 kali 2 menit 3 kali
Push up 90 kali 2 menit 3 kali
Sit up 90 kali 2 menit 3 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 4 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu kesembilan
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
4600 8.30 – 9.00 5x
5600 12.00 – 13.00 5x
6200 17.00 – 18.00 5x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, selasa, rabu, jumat, sabtu dengan frekuensi 4 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 90 kali 2 menit 4 kali
Push up 100 kali 2 menit 4 kali
Sit up 100 kali 2 menit 4 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 5 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu kesepuluh
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
4600 8.30 – 9.00 5x
5600 12.00 – 13.30 5x
6200 17.00 – 18.30 5x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, selasa, rabu, jumat, sabtu dengan frekuensi 5 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 100 kali 2 menit 4 kali
Push up 110 kali 2 menit 4 kli
Sit up 110 kali 2 menit 4 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 5 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu kesebelas
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
4700 8.30 – 9.00 5x
5700 12.00 – 13.30 5x
6300 17.00 – 18.30 5x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, selasa, rabu, jumat, sabtu dengan frekuensi 5 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 110 kali 2 menit 4 kali
Push up 120 kali 2 menit 4 kali
Sit up 130 kali 2 menit 4 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 6 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

Minggu keduabelas
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi / minggu
5000 8.30 – 9.00 5x
6000 12.00 – 13.30 5x
6500 17.00 – 18.30 5x

Keterangan : berlari dilakukan pada hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu dengan frekuensi 6 kali seminggu pulang pergi (PP) waktunya pada pagi, siang, sore.
Jenis latihan Banyaknya Selang istirahat Frekuensi / hari
Pull up 120 kali 2 menit 4 kali
Push up 130 kali 2 menit 4 kali
Sit up 140 kali 2 menit 4 kali
Berenang 1 kali seminggu Sesuai kebutuhan -
Latihan panjat 6 kali seminggu Sesuai kebutuhan -

4. Menggabungkan Semua Skill
Pada tahap menggabungkan semua skill para pemanjat akan menggabungkan semua teknik, kekuatan dan daya tahan sebelumnya sudah dilatih dengan tujuan agar oleh pemanjat dapat mencapai target yang diinginkan. Sistim periodisasi latihan ini pada intinya untuk membantu pola latihan menjadi lebih terarah, spesifik dan adanya perbedaan setiap tahapan menuntut kita untuk tetap fokus pada proses peningkatan dari setiap tahapan dan juga fokus pada area latihan skill yang berbeda-beda selama menjalani tahapan akhir persiapan penampilan puncak tersebut. Jadi kesimpulannya adalah dimana skill juga perlu bagi atlit 

 Teknik-Teknik Dasar Panjat Tebing
Adapun teknik dasar yang dipakai oleh atlet untuk mengatasi faktor kegagalan pada kejuaraan panjat tebing.
1. Face Climbing
2. Friction / Slab Climbing
3. Fissure Climbing
1. Face Climbing
Adalah yang dimana atlit memanfaatkan tonjolan poin yang ada di permukaan papan bouldering tersebut sehingga atlit bisa menggunakan atau memakai teknik ini baik di tebing alam dan tebing buatan. Adapun Teknik Face Climbing dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Handholds
Hold ada bermacam-macam bentuk, ukuran dan posisi.
2. Fingerholds
Hold yang lebih kecil dari handhold, dimana jari-jari hanya menempel kira-kira satu ruas, disebut fingerhold.
3. Pinchgrip
Pada suatu yang akan ditemui jenis pegangan yang untuk memegangnya harus ‘mencubit’ dengan menekankan jari-jari dan ibu jari pada arah yang berlawanan.

2. Friction / Slab Climbing
Teknik ini hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Dimana Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal di atas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik, sehingga pemanjatan dapat dilakukan dengan lebih mudah.


3. Fissure Climbing
Teknik ini memanfaatkan celah yang digunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak.
Teknik Fissure Climbing dibagi menjadi lima yaitu :
1. Jamming
Pada tebing-tebing batu sering dijumpai crack yang terlalu lebar untuk dapat dipakai sebagai pijakan atau pegangan.
2. Chimney
Pada kondisi tertentu akan dijumpai sebentuk cerobong (Chimney)di tebing.
3. Bridging
Teknik memanjat pada celah vertical yang lebih besar (gullies).
4. Layback
Teknik ini dipergunakan pada crack vertikal ataupun tonjolan vertikal di tebing yang cukup panjang.
5. Undercling 
Dasar teknik ini, tekanan tangan dan kaki pada arah yang berlawanan.

Share:

Sejarah, Penegertian, dan Jenis Kompetisi Panjat Tebing

Sejarah Panjat Tebing
Aktifitas panjat tebing sudah dikenal sejak lama bahkan masyarakat tradisional sudah melakukan pemanjatan untuk perlindungan dan sumber kehidupan masyarakat dulu, seperti di daerah pantai sampai kekawasan kars untuk mencari makanan sehari-hari mereka. Tetapi faktor keselamatan mereka dan tingkat resiko yang dihadapi sangat tinggi karna peralatan yang mereka gunakan tidak memadai. Pertama kali panjat tebing dikenal di Kawasan benua eropa tepatnya dikawasan pegunungan alpen sebelum terjadinya perang dunia I. Pada awal tahun 1910 di negara Austria mulai diperkenalkan cincin kait (carrabiner) dan paku tebing (piton) yang terbuat dari besi baja.
Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan perkembangnya jaman dan berkembangnya teknik mendaki. Pada tahun 1976 herry suliztiarto asal dari Surabaya yang menjadi mahasiswa seni rupa ITB, memperkenalkan panjat tebing kepada masyarakat/pemuda sekitar Surabaya tersebut. Pada saat itu dia mencoba menaklukkan tebing-tebing alam di gunung kapur citatah karna dia terdorong dan mempunyai impian memanjat tebing dan ingin seperti seperti dalam buku From Hill Walking to Alpine Climbing karya Allan Blackshaw. Pada peristiwa tersebut dia kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi olahraga alam bebas yang mengkhususkan pada kegiatan pemanjatan dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.
Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing memasuki awal baru yang dimana kegiatan ini bukan lagi bersifat petualang melainkan telah menjadi olahraga prestasi danpada tahun 1987, pertama kalinya diadakan lomba panjat tebing alam yaitu,di pantai Jimbaran bali. Pada tahun 1988 mulai diperkenalkan dinding panjat tebing buatan oleh pemanjat perancis yang datang ke Indonesia. Sekaligus harry suliztiarto membentuk wadah sebagai tempat penyaluran hobi dan aspirasi untuk memanajemen kegiatan panjat tebing agar berjalan dengan baik dan kemudian nama federasi panjat gunung dan panjat tebing Indonesia (FPGPTI) diganti menjadi federasi panjat tebing Indonesia (FPTI)pada saat itulah panjat tebing semakin berkembang dan melahirkan atlit-atlit Indonesia.
Pada tahun 1990 digelar panjat dinding nasional (LPDN) di Jakarta dengan ketinggian 15 meter dengan bentuk bangunan empat sisi dan juga menyelenggarakan pendakian puncak cartenz pyramid dan puncak jaya. Pada tahun 1991 indonesia pertama kalinya mengirim empat atlit panjat tebing di kejuaraan Oceania-australia tetapi hanya andreas dan deden sutisna yang mendapat peringkat yaitu empat dan lima. Dengan keikutsertaannya itu telah membuka mata dunia panjat tebing internasional, bahwa Indonesia tlah memiliki atlit Indonesia bersekala internasional. Pada saat itu juga FPTI mengeluarkan peraturan panjat dinding pertama bukan hanya itu juga pengda jatim bekerja sama dengan impala Univ. merdeka malang yang mengadakan climbing party di lembah kera dan juga diikuti oleh puluhan pemanjat lainnya.

II.2. Pengertian Panjat Tebing
Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing yaitu merupakan olah raga pendakian gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya dan juga dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45o dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.
Panjattebing juga disebut sebagai olahraga yang mengutamakan kelenturan, kekuatan / daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri.Dalam menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan / celah yang terdapat ditebing tersebut serta pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan.

II.3. Jenis-Jenis Kejuaraan atau Perlombaan Panjat Tebing
II.3.1. Bouldering Competition
Bouldering adalah olah raga seni panjat memanjat di bebatuan besar, tebing ataupun dinding yang relatif tidak terlalu tinggi, dengan ketinggian antara 2-5 meter tanpa menggunakan pengaman tali ataupun harness yang ada hanya matras yang diletakkan dibawah untuk mengantisipasi jatuhnya pemanjat. Dalam gerakannya mementingkan aspek jimnastik dengan kelincahan dan kekuatan tenaga penuh. Perlombaan kategori boulder ini biasanya dipertandingkan pada tebing buatan dengan ketinggian maksimal dengan ketentuan bagian tubuh paling bawah pemanjat tidak boleh lebih dari 3 meter diatas matras keselamatan. Pemanjatan jalur pendek atau boluder dilakukan tanpa tali dan dilengkapi dengan matras pendaratan untuk keamanan. Jumlah jalur buolder yang berhasil diselesaikan menentukan peringkat pemanjat. Kompetisi buolder normal biasanya terdiri dari bapak kualifikasi dengan 5 jalur pemanjatan, bapak semi-final dengan 4 jalur pemanjatan dan bapak final dengan 4 jalur pemanjatan yang harus diselesaikan. Sedangkan dalam perlombaan bouldering yang dinilai hanya point bonus dan top.


II.3.2. Lead Climbing Competition
Lead climbing adalah teknik memanjat jalur pemanjatan dimana pemanjat pertama memasang peralatan pengaman dan diamankan oleh seorang pengaman belayer dari bawah. Di Indonesia dalam lomba lead dibedakan menjadi dua yaitu top rope dan top runer. Top rope yaitu dimana tali atau anchor sudah dipasang dari atas sehingga pemanjat tinggal memanjat jaluryang sudah disiapkan sedangkan top runer yaitu pemanjat memanjat dari bawah dengan mengaitkan tali pengaman ke quickdraw yang sudah dipasang pada hanger, dan runer terakhir yang dipasang pada jalur pemanjatan menjadi top untuk pemanjat mencapainya. Penilaian dari kategori ini adalah poin terjauh atau tertinggi yang dipegang oleh pemanjat. Dalam setiap pemanjatan sendiri biasanya dibatasi oleh waktu, antara 5-7 menit tergantung dari ketinggian atau tingkat kesulitan jalur yang dibuat oleh route setter atau pembuat jalur yang sudah terlebih dahulu ditentukan oleh panitia penyelenggara.
II.3.3. Speed Climbing Competition
Speed climbing adalah salah satu kategori perlombaan dimana dua pemanjat beradu cepat untuk mencapai top dengan tali yang sudah terpasang pada anchor. Indonesia saat ini mempunyai banyak atlit speed yang sudah meraih prestasi pada tingkat internasional.

Gambar II.3.3. Speed Climbing Competition
Adapun speed climbing yang diperlombakan di Indonesia ada tiga yaitu speed track, speed classic, dan speed world record.
a. Speed TrackAdalah kategori speed climbing yang karakter wallnya sudah terdapat pegangan tanpa dipasang point atau hold untuk pemanjatan.
b. Speed ClassicMerupakan kategori speed climbing dengan dua pemanjat beradu cepat untuk menepuk top atas yang telah juri pasang untuk finish atau top.
c. Speed world recordMerupakan kategori speed climbing yang poin atau hold nya mempunyai bentuk atau karakter yang khusus untuk speed world record dengan dua pemanjat yang beradu cepat untuk menepuk top atas yang telah juri pasang untuk finish atau top.

Share:

METODE PENELITIAN Ice Breaking

A.    Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yakni “pendekatan yang lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhdap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah”. 

Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasikannya. 

Penelitian ini menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Uraian kesimpulan didasari oleh angka yang diolah tidak secara terlalu dalam. Kebanyakan pengolahan datanya didasarkan pada analisis persentase dan analisis kecenderungan.

B.     Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah mahasiswa psikologi Universitas HKBP Nommensen stambuk 2016. Objeknya adalah Kompetensi atau keterampilan Pengelolaan pembelajaran melalui metode ice breaking di dialam kelas dalam  melaksanakan tugas atau tanggungjawabnya dalam Pendidikan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Kompetensi yang dimaksud  adalah Sebuah Kompetensi Yang Dimiliki Oleh Pendidik dalam mengelola kegiatan belajar mengajar Pendidikan  melalui metode ice breaking, yaitu:
1.      Efektifitas penggunaan ice breaking
2.      Tepat situasi dalam pembelajaran
3.      Suasana pembelajaran yang menyenangkan


C. Data dan Sumber Data
1. Data
a. Data Pokok
Kompetensi yang dimaksud Penulis adalah Sebuah Kompetensi Yang Dimiliki Oleh pendidik dalam Pengelolaan pembelajaran dikelas melalui metode ice breaking yaitu:
1.      Efektifitas penggunaan ice breaking
2.      Tepat situasi dalam pembelajaran
3.      Suasana pembelajaran yang menyenangkan

b.      faktor-faktor yang mempengaruhinya:
a.       Pendidikan
b.      Guru
c.       Sarana dan prasarana.
b. Data Penunjang
1) Keadaan pengajar dan mahasiswa.
2) Sarana dan prasarana sekolah.


2. Sumber Data
a. Responden, yaitu mahasiswa psikologi Universitas HKBP Nommensen
b. Informan, yaitu Dosen
c. Dokumen, yaitu catatan-catatan atau arsip-arsip yang berhubungan dengan hal-hal yang diteliti.

D. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data menggunakan teknik sebagai berikut:
1. Observasi. Teknik ini digunakan untuk mengamati secara langsung di lapangan untuk mengumpulan data yang diperlukan. Di antaranya mengenai proses pembelajaran di kelas dengan metode ice breaking pada Mata kuliah Psikologi eksperimen, mengamati situasi dan kondisi kampus serta hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
2. Wawancara. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data-data penunjang. Kelompok kami mengadakan tanya jawab langsung secara lisan kepada mahasiswa dan Dosen. 
3. Dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk menggali data-data melalui catatan-catatan atau arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.


E. Teknik Pengolahan Data
Data yang telah terkumpul diolah dengan teknik sebagai berikut:
1. Editing, yaitu penulis mengecek kembali data-data yang sudah terkumpul, apakah masih ada yang kurang atau belum terjawab dari teknik pengumpulan data yang telah dilaksanakan.
2. Klasifikasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengklasifikasikan data sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan.
3. Interprestasi Data. Kegiatan ini dilakukan untuk menafsirkan data-data yang disajikan.



F. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian  ini semua data yang digali di lapangan akan diuraikan dalam bentuk data kualitatif dan analisis dengan cara deskriptif kualitatif, kemudian mengambil kesimpulan dengan metode induktif yaitu yang bersifat khusus kemudian dibuat kesimpulan bersifat umum.

Share:

Landasan Empiris, Landasan Teoritis Ice breaker, Landasan Yuridis

A. Landasan Empiris 
Darmansyah (2010: 3) menjelaskan bahwa hasil penelitian dalam pembelajaran pada dekade terakhir mengungkapkan bahwa belajar akan lebih efektif, jika siswa dalam keadaan gembira. Kegembiraan dalam belajar telah terbukti memberikan efek yang luar biasa terhadap capaian hasil belajar siswa. Bahkan potensi kecerdasan intelektual yang selama ini menjadi “primadona” sebagai penentu keberhasilan belajar, ternyata tidak sepenuhnya benar. Kecerdasan emosional telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap efektifitas pembelajaran disamping kecerdasan intelektual.

Teori Gestalt yang dikutip Nasution menyatakan bahwa : 
Belajar tidak mungkin tanpa kemauan untuk belajar, maka kesukaan siswa terhadap sikap yang dilahirkan guru jelas akan memberikan motivasi tersendiri dalam belajar.Ada banyak cara untuk menggairahkan belajar siswa dengan cara menggembirakan dan itu dapat dipelajari oleh semua guru. Cara yang paling sering digunakan oleh guru adalah dengan meramu ice breaker yang disisipkan dalam psoses pembelajaran. Keunggulan ice breaker adalah bisa dipelajari oleh setiap orang tanpa membutuhkan  ketrampilan tinggi. Justru ice breaker dapat direncanakan dan dimatchingkan dengan berbagai materi pelajarn yang akan diajarkan oleh guru.

B.Landasan Teoritis Ice breaker 

sangat diperlukan dala proses pembelajaran di kelas untuk menjaga stamina emosi dan kecerdasan berpikir siswa. Ice breaker diberikan untuk memberikan rasa gembira yang bisa menumbuhkan sikap positif siswa dalam psoses pembelajaran. Goleman dalam Bobbi Dapoter (2001: 22) mengatakan bahwa Ketika otak menerima ancaman atau tekanan, kapasitas syaraf untuk berfikir rasional mengecil. Otak “dibajak secara emosional”. Psikolog dan peneliti Howard Gardner (1995: 94) seorang tokoh pendidikan yang telah mengembangkan teori Multiple intelligences. 


C.Landasan Yuridis 

Dalam kaitannya dalam proses pembelajaran yang menyenangkan ada beberapa ayat yang secara tersirat maupun tersurat mengatur tentang proses pembelajaran kepada siswa yang mengharuskan untuk memberikan kesempatan yang luas kepada ank untuk berekspresi dan berbagi pendapat. Dalam pasal 12 ayat 1 Konvensi Hak Anak yang berbunyi : “Negara-negara peserta akan menjamin hak anak yang berkemampuan untuk menyatakan secara bebas 
pandangannya sendiri mengenai semua hal yang menyangkut hal itu, dengan diberikan bobot yang layak pada pandangan-pandangan anak yang mempunyai nilai sesuai dengan usia dan kematangan yang bersangkutan”. Sementara itu landasan yuridis yang ada di Indonesia dituliskan secara lebih jelas dalam undang-undang RI No.20 pasal 40 ayat 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal berbunyi:

 “Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban : 

A. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. 

B. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan.

C. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi  dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.” Dalam rangka mengawal penyelenggaraan pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang tersebut diatas, Mentri Pendidikan Nasioanal yang mengamanatkan kepada seluruh penyelenggara pendidikan yang dituangkan dalam Permendiknas No.41 tahun 2007 Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah mengharuskan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secra interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, beraktifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik secara psikologis siswa

Share:

Tinjauan tentang Penerapan Ice Breaking pada Pembelajaran

1. Pengertain  Ice Breaking

Istilah ice breaker berasal dari dua kata asing, yaitu iceyang berarti es yang memiliki sifat kaku, dingin, dan keras, sedangkan breaker  berartimemecahkan. Arti harfiah ice-breakeradalah ‘pemecah es’ Jadi, ice breakerbisa diartikan sebagai usaha untuk memecahan atau mencairkan suasana yang kaku seperti es agar menjadi lebih nyaman mengalir dan santai. Hal ini bertujuan agar materi-materi yang disampaikan dapat diterima. Siswa akan lebih dapat menerima materi pelajaran jika suasana tidak tegang, santai, nyaman, dan lebih bersahabat.

Ice breaker juga apat diartikan sesuatu yang dingin yang perlu diberikan pada suasana yang panas. Artinya, ketika suasana sudah memanas, menegang, maka perlu suatu minuman yang dingin dan menyegarkan, yaitu ice breaker agar suasana kembali dingin dan otak siap menuju kegiatan pembelajaran yang lebih menantang.
M.Said mengungkapkan, yang dimaksud  ice breaker  adalah permainan atau kegiatan yang berfungsi untuk mengubah suasana kebekuan dalam kelompok Ada juga yang menyebutkan bahwa Ice Breakeradalah peralihan situasi dari yang membosankan, membuat mengantuk, menjenuhkan dan tegang menjadi rileks, bersemangat, tidak membuat mengantuk, serta ada perhatian dan ada rasa senang untuk mendengarkan atau melihat orang yang berbicara di depan kelas atau ruangan pertemuan.
Ice Breaker merupakan cara tepat untuk mencipatakan suasana kondusif. “Penyatuan” pola pikir dan pola tindak ke satu titik perhatian adalah yang bisa membuat suasana menjadi terkondisi untuk dinamis dan fokus. Dinamis karena peserta bisa mengubah aktivitasnya sendiri untuk mengikuti pola terstruktur yang telah diarahkan oleh pemimpi forum

2.Pentingnya Ice Breaker dalam Pembelajaran
Proses pembelajaran yang serius kaku tanpa sedikitpun ada nuansa kegembiraan tentulah akan sangat cepat membosankan. Apalagi diketahui bahwa berdasarkan penelitiankekuatan rata-rata manusia untuk terus konsentrasi dalam situasi yang monoton hanyalah sekitar 15 menit saja. Selebihnya pikiran akan segera beralih kepada hal-hal lain yang mungkin sangat jauh dari tempat di mana ia duduk mengikuti suatu kegiatan tertentu.
Otak kita tidak dapat dipaksa untuk melakukan fokus dalam waktu yang lama. Untuk mudahnya, anda bisa menggunakan patokan usia. Contohnya, untuk anak usia 5 tahun, rentang waktu fokus optimal yang bisa dilakukan hanyalah 5 menit, untuk anak usia 15 tahun, rentang waktu fokus hanyalah 15 menit. Bila seorang berusia 35 tahun atau 60 tahun maka fokus optimalnya 30 menit. Jadi 30 menit adalah rentang waktu fokus maksimal agar tidak terjadi kelelahan otak yang berlebihan

A.Landasan Empiris

Darmansyah (2010: 3) menjelaskan bahwa hasil penelitian dalam pembelajaran pada dekade terakhir mengungkapkan bahwa belajar akan lebih efektif, jika siswa dalam keadaan gembira. Kegembiraan dalam belajar telah terbukti memberikan efek yang luar biasa terhadap capaian hasil belajar siswa. Bahkan potensi kecerdasan intelektual yang selama ini menjadi “primadona” sebagai penentu keberhasilan belajar, ternyata tidak sepenuhnya benar. Kecerdasan emosional telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap efektifitas pembelajaran disamping kecerdasan intelektual.

Teori Gestalt yang dikutip Nasution menyatakan bahwa :
Belajar tidak mungkin tanpa kemauan untuk belajar, maka kesukaan siswa terhadap sikap yang dilahirkan guru jelas akan memberikan motivasi tersendiri dalam belajar.Ada banyak cara untuk menggairahkan belajar siswa dengan cara menggembirakan dan itu dapat dipelajari oleh semua guru. Cara yang paling sering digunakan oleh guru adalah dengan meramu ice breaker yang disisipkan dalam psoses pembelajaran. Keunggulan ice breaker adalah bisa dipelajari oleh setiap orang tanpa membutuhkan  ketrampilan tinggi. Justru ice breaker dapat direncanakan dan dimatchingkan dengan berbagai materi pelajarn yang akan diajarkan oleh guru.

B.Landasan Teoritis Ice breaker

sangat diperlukan dala proses pembelajaran di kelas untuk menjaga stamina emosi dan kecerdasan berpikir siswa. Ice breaker diberikan untuk memberikan rasa gembira yang bisa menumbuhkan sikap positif siswa dalam psoses pembelajaran. Goleman dalam Bobbi Dapoter (2001: 22) mengatakan bahwa Ketika otak menerima ancaman atau tekanan, kapasitas syaraf untuk berfikir rasional mengecil. Otak “dibajak secara emosional”. Psikolog dan peneliti Howard Gardner (1995: 94) seorang tokoh pendidikan yang telah mengembangkan teori Multiple intelligences.


C.Landasan Yuridis

Dalam kaitannya dalam proses pembelajaran yang menyenangkan ada beberapa ayat yang secara tersirat maupun tersurat mengatur tentang proses pembelajaran kepada siswa yang mengharuskan untuk memberikan kesempatan yang luas kepada ank untuk berekspresi dan berbagi pendapat. Dalam pasal 12 ayat 1 Konvensi Hak Anak yang berbunyi : “Negara-negara peserta akan menjamin hak anak yang berkemampuan untuk menyatakan secara bebas
pandangannya sendiri mengenai semua hal yang menyangkut hal itu, dengan diberikan bobot yang layak pada pandangan-pandangan anak yang mempunyai nilai sesuai dengan usia dan kematangan yang bersangkutan”. Sementara itu landasan yuridis yang ada di Indonesia dituliskan secara lebih jelas dalam undang-undang RI No.20 pasal 40 ayat 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal berbunyi:

 “Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban :

A. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis.

B. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan.

C. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi  dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.” Dalam rangka mengawal penyelenggaraan pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang tersebut diatas, Mentri Pendidikan Nasioanal yang mengamanatkan kepada seluruh penyelenggara pendidikan yang dituangkan dalam Permendiknas No.41 tahun 2007 Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah mengharuskan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran harus dilakukan secra interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, beraktifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik secara psikologis siswa


3.Tujuan dan Fungsi Ice Breaker
Ice breakerdidefinisikan sebagai “a fun way to support the
objective of presentation [Svendsen, 1996]. Bahkan hampir dipastikan
semua aktivitas manusia memerlukan kehadiran ice breaker.Ada  beberapa tujuan penggunaan ice breaker, yaitu:

a.Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara siswa.

b.Terciptanya kondisi yang dinamis di antara siswa .

c.Menciptakan motivasi antara sesama siswa untuk melakukan aktivitas
selama proses belajar-mengajar berlangsung.
d.Membuat peserta saling mengenal dan akan menghilangkan jarak mental sehingga suasana menjadi benar-benar rileks, cair dan mengalir.
e.Mengarahkan atau memfokuskan peserta pada topik
pembahasan/pembicaraan. Selnjutnya ice breakerdapat pula digunakan sebagai daya pembangkit [energizer]. Energizer adalah permainan-permainan yang
digunakan ketika para peserta tampak dingin atau kehilangan semangat,
jenuh dan mengantuk. Aktivitas ini digunakan sebagai sarana menurunkan ketegangan dan menyuntikkan tenaga baru. Menurunnya semangat ini juga bisa terjadi sesudah jeda (break) atau makan siang. Untuk itu, semangat bermain dan mengkuti training harus dibangkitkan kembali.Catatan penting pemakaian Ice breaker.







4.Macam-macam Ice Breaker

Ice breakerdi sini dibagi dalam dua macam varian, antara lain :

a. Ice breakertanpa media
Ice breakertanpa media dapat diartikan permainan pendinginan otak dengan tidak menggunakan media di luar anggota tubuh.
b. Ice breaker dengan media
Ice breaker dengan media merupakan permainan pendinginan otak dengan menggunakan media di luar media anggota tubuh. Media/alat bantu lain untuk melakukan ice breaker,misalnya penggaris, penghapus, tas, pensil, atau kapur.

Ada banyak macam energizer atau ice breakeryang dapat digunakan dalam pembelajaran. Namun jika dilihat dari metodenya dapat dikelompokkan menjadi 9 jenis, yaitu :
1. Jenis yel-yel
Yel-yel walaupun sederhana tetapi mempunyai tingkat “penyembuh” yang paling baik dibanding jenis lain. Dengan melakukan yel-yel selain konsentrasi menjadi pulih kembali, juga dapat menumbuhkan semangat yang tinggi dari peserta didik untuk melanjutkan pelajaran.

2. Jenis tepuk tangan
Tepuk tangan pada awalnya adalah merupakan salah satu ekspresi kegembiraan disamping tertawa. Teknik tepuk merupakan ice breakeryang apaling mudah karena tidak memerluka persiapan yang membutuhkan banyak waktu.Tepuk tangan sangat bagus dilakukan oleh siapa saja dengan tidak melihat usia. Dari anak kecil samapai orang tua tetap pantas melakukan jenis ini. Tepuk tangan juga dapat dimodifikasi menjadi banyak sekali modelnya.

3. Jenis lagu
Selama ini berdasarkan pengalaman, ice breaker jenis ini adalah yang paling banyak disukai oleh peserta didik. Lagu-lagu dalam pembelajaran sangat populer dalam KBM di zaman dahulu. Namun seiring dengan perkembangan zaman, nampaknya para guru masa kini sudah mulai enggan menggunakan sarana ini.
Mengenalkan dan memasukkan lagu/musik musik kedalam kurikulum sejak usia dini tidak hanya akan meningkatkan apresiasi anak terhadap musik, tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan terhadap musiknya. Keuntungan lain adalah membantu meningkatkan kemampuan anak dalam bidang matematika, membaca dan sains.

4. Jenis gerak anggota badan
Gerak anggota badan dapat dilakukan di tengah kegiatan pembelajaran, jka dilihat siswa sudah merasa bosan dan ngantuk maka perlu digerakkan anggota badannya agar kondisi psikologis Jenis gerak anggota badan Gerak anggota badan dapat dilakukan di tengah kegiatan pembelajaran, jka dilihat siswa sudah merasa bosan dan ngantuk maka perlu digerakkan anggota badannya agar kondisi psikologis kembali fresh

5. Jenis Humor
Humor berasal dari istilah Inggris yang pada mulanya memiliki beberapa arti. Namun semuanya berasal dari suatu istilah yang berarti “cairan” (James Dananjaya, 1999). Arti ini berasal dari doktrin ilmu faal kuno mengenai empat macam cairan, seperti darah, lendir, cairan empedu dan cairan empedu hitam. Keempat cairan tersebut untuk beberpa abad dianggap menentukan temperamen
seseorang (Friedman, 2002). Sheiniwiazt (1996) mengatakan : “Humor adalah kualitas yang bersifat lucu dari seseorang yang menggelikan dan menghibur.”
Humor dalam pembelajaran yang diperlukan tidaklah mengharuskan sswa didik bisa tertawa terpingkal-pingkal, namun lebih kepada bagaimana membuat suasana menjadi cair tanpa ada ketegangan setelah beberapa jam sebelumnya serius memperhatikan  materi pelajaran.

6. Jenis games
Games atau permainan adalah jenis Ice Breaker yang paling
membuat siswa didik heboh. Melalui permainan suasana menjadi cair sehingga kondisi belajar menjadi kondusif

7. Jenis cerita/dongeng
Dongeng adalah salah satu sarana yang cukup efektif untuk
memusatkan perhatian siswa. Dongeng selalu menarik perhatian
siswa baik di awal maupun diakhir pelajaran. Ada beberapa jenis
dongeng menurut isinya yang dapat digunakan sebagai Ice Breaker
antara lain :
a.Dongeng motivasi adalah dongeng yang berisikan untukmembangun semangat yang tinggi dalam perjuangan hidup maupun dalam belajar.

b.Dongeng nasehat adalah dongeng yang berisi tentang petuah kebijakan yang diharapkan dapat ditiru oleh anak didik

c.Dongeng lelucon atau dongeng jenaka sangat baik untuk Ice Breaker.
Namun demikian, dalam memilih dongeng guru haruslah berhati-hati, karena banyak sekali dongeng jenaka yang hanya menekankan pada kelucuannya saja tanpa memperhatikan isi yang edukatif.

8. Jenis sulap

Sulap adalah sarana Ice Breaker yang sangat menarik perhatian ank-anak. Namun demikian jenis ini sangat jarang digunakan oleh guru di sekolah. Mungkin karena dianggap sulit atau mungkin juga dianggap sebagai magic.


Berdasarkan caranya ternyata sulap dapat dibedakan menjadi 10 jenis, yaitu :

a.Sleight of hand
yaitu permainan yang mengandalkan kecepatan tangan pesulap untuk menghilangkan dan memunculkan suatu benda.

b.Tricks yaitu permainan dengan mengandalkan peralatan sulap untuk menghilangkan, memindahkan, memunculkan, mengubah dan sebagainya.

c.Illusion
yaitu kemahiran menggunakan peralatan ilusi untuk
membuat sesuatu yang mustahil seolah-olah benar terjadi.

d.Mentalism
kemahiran yang merupakan kekuatan spesial untuk dapat memprediksi, menemukan, mengubah, menggerakkan dan lain-lain.

e.Escapetology
yaitu kemahiran membebaskan diri dari berbagai ikatan dan belenggu pada berbagai keadaan selama waktu tertentu.

f.Cardician
yaitu kemahiran memainkan kartu untuk dapat menemukan kartu yang dipilih, menghilangkan kartu dan mengubah kartu.

g.Bizarre
yaitu kemahiran menggunakan cerita dan kata-kata untuk menyentuh perasaan penonton secara mendalam.

 h.Pick pocket
yaitu kemahiran “memindahkan” barang yang dimiliki atau dipakai orang lain.
.
i.Balloon twisting
yaitu kemahiran meniup dan menekuk balon
untuk dibentuk menjadi berbagai macam benda seperti binatang,
bunga, topi dll.

j.Ventriloquism
yaitu kemahiran ini lebih dikenal denagn sulap suaraatau suara perut. Yang menimbulkan kesan boneka/ benda dapat hidup dan bicara.

9. Jenis audio visual
Banyak sekali jenis Audio visual yang dapat digunakan sebagai Ice Breaker.
Biasanya berupa klip film pendek yang lucu, inspiratif atau memotivasi anak untuk belajar lebih keras. Namun demikian jenis ini tidak bisa dite
rapkan pada semua kelas terutama sekolah yang belum memiliki perangkat multimedia komputer.Menurut jenisnya media audio visual dapat dibedakan
menjadi 6 macam :

a.Film gerak bersuara
b.Video
c.Televisi
d.Media televisi terbuka
e.Media televisi siaran terbatas (TVST)
f.Multimedia



5.Teknik Penerapan

Ice Breaker dalam Pembelajaran Teknik penggunaan ice breaker
ada dua cara yaitu secara spontan dilaksanakan dalam situasi pembelajaran dan direncanakan. ice breaker digunakan secara spontan dalam proses pembelajaran biasanya digunakan tanpa skenario tetapi lebih banyak digunakan karena situasi pembelajaran yang ada saat itu butuh energizer atau karena terlalu noice sehingga pembelajaran tidak terfokus lagi.Pelaksanaan

ice breakerdapat dibagi dalam tiga kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

a.Penerapan ice breaker secara spontan dalam proses pembelajaran
Ice breaker dapat dilakukan secara spontan dalam proses pembelajaran. Hal ini tentu dilakukan tanpa persiapan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu oleh guru. Seorang guru yang tanggap terhadap kondisi siwa tentu akan segeramengambil tindakan terhadap kondisi dan situasi pembelajaran yang kurang kondusif selama KBM.

Ice breaker diberikan secara spontan adalah dengan tujuan
antara lain untuk :

1. Memusatkan kembali perhatian siswa
2. Memberikan semangat baru pada saat siswa mencapai titik
jenuh.
3.Mengalihkan perhatian terhadap fokus materi pelajaran yang
berbeda.

Ice breaker yang dilaksanakan secara spontan memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

1. Lebih kontekstual dengan situasi dan kondisi pembelajaran yang dihadapi saat itu.

2. Guru lebih kreatif memanfaatkan kondisi siswa untuk melakukan Ice breaker secara interaktif.

3. Kejenuhan yang dialami siswa cepat segera dapat diatasi .


Ice breaker di awal kegiatan pembelajaran
Pada kegiatan awal pembelajaran biasanya anak masih dalam kondisi segar, kecuali sebelumnya ada mata pelajaran lain. Kondisi yang masih segar seperti ini dapat menggunakan ice breaker tipe ringan, yaitu dengan menepuk-nepuk punggung tangan dengan punggung tangan, telapak kaki dengan telapak kaki, atau kebalikannya telapak tangan dengan telapak kanan dengan punggung
kaki dengan punggung kaki. Dapat juga diisi dengan berbagai tepuk sesuaidengan mata pelajaran yang akan dilakukan. Ice breaker yang direncanakan dalam Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak didmiliki pada Ice breaker
spontan, antara lain :

1. Ice breaker dapat dipilih secara lebih tepat, baik dalam menyesuaikan materi pembelajaran maupun ketepatan dalam memenuhi prinsip-prinsip penggunaan Ice breakerdalam pembelajaran.
2. Ada kesempatan bagi guru untuk belajar terlebih dahulu terhadap Ice breakeryang belum dikuasainya.
3. ice breakeryang dipersiapkan lebih sinkron dengan strategi pembelajaran yang dipilih guru saat itu.
4. Ice breakerterasa lebih menyatu dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung

Ice breaker pada inti kegiatan pembelajaran
Pada kegiatan inti pembelajaran merupakan saat-saat krusial di mana siswa harus terus memusatkan perhatian selama jam pembelajaran berlangsung, baik pada saat mengerjakan tugas ataupun mendengarkan penjelasan guru. Penggunaan ice breaker pada inti pembelajaran harus dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Ice breakerdigunakan pada saat pergantian sesi atau pergantian kegiatan. Ice breakerhendaknya jangan digunakan pada saat tengah-tengah kegiatan, seperti pada saat diskusi, kerja kelompok, demonstrasi dan lain-lain.

2. Ice breakerdilakukan pada saat anak mengalami kejenuhan atau kebosanan dalam menjalankan tugas belajar. Hal ini diperlukan untuk mengembalikan stamina kepada peserta didik agar dapat optimal dalam mengikuti proses pembelajaran.

3. Ice breakerjuga dapat digunakan untuk memberikan penguatan materi pembelajaran yang sedang diberikan. Biasanya Ice breakeryang dapat digunakan untuk penguatan adalah jenis yel-yel ataupun jenis lagu.


Pada kegiatan akhir dapat dilakukan dengan kegiatan melompat setinggi tingginya sambil meletakkan tangan lurus di atas kepala dan menepuk kedua telapak tangan secara selang-seling antara teman yang satu dengan teman yang lain. Dapat juga dengan mengungkapkanpermainanhewan:Semutbesar(membuat lingkaran besar dengan tangan di depan dada). Gajah-kecil (jari telunjuk dan kelingking disatukan membentuk lingkaran kecil). Jerapah-pendek (tangan diletakkan di pipi, kepala digelengkan ke kanan dan ke kiri). Hitam-putih
(memegang baju atas). Putih-hitam (memegang baju bawah). Merah-
hijau (memegang kaki kanan bawah).

Adapun car-cara yang dilakukan untuk mengakhiri sebuah pelajaran agar siswa mengingat apa yang telah dipelajari dan memahami cara menerapkannya dimasa mendatang. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan, antara lain :
a.Peninjauan: mengingat dan mengikhtisarkan apa yang telah dipelajari.
b.Penilaian-diri: mengevaluasi perubahan-perubahan pengetahuan, ketrampilan atau sikap.
c.Perencanaan masa mendatang:menentukan bagaimana siswa akan melanjutkan belajarnya setelah pelajaran berakhi
d.Ungkapan perasaan terakhir:menyampaikan pikiran, perasaan dan persoalanyang dihadapi siswa pada akhir pelajaran.Itu adalah beberapa varian
ice breaker yang dapat ikembangkan lagi sehingga menjadi varian-varian baru yang lebih atraktif.

Share:

Postingan Populer